itu makanannya biar ASI buat dedek rasa Ayam Kampung bakar ya dek??? bener khan dek ….
April 17, 2008
Pondok Cabe ……
Bunda, adek sayang bunda
Sayang, rasa sakit, rasa capek semuanya hilang saat aku melihat wajah mungilmu, senyum manismu, ketawamu dan harum tubuhmu. I Love u Ranee.
Stimulasi Indra
Begitu lahir, si kecil sudah sangat peka dan sadar terhadap lingkungan. Ia siap belajar segala hal.
Langkah pertama yang harus dilakukan bayi baru lahir adalah menjalin
ikatan (bonding) lahir batin dengan orang-orang yang paling dekat
dengannya, yakni ayah dan bundanya. Karenanya, manfaatkan semua indera
Anda, termasuk intuisi, untuk membaca isyarat-isyarat dari si kecil,
sebagai ‘bahasa’ universal untuk berkomunikasi dan menjalin ikatan
batin dengannya.
Terjalinnya ikatan batin itu diawali lewat sentuhan dan tatapan mata.
Bayi akan menggunakan seluruh indera yang dimilikinya tidak saja untuk
mengenal Anda, melainkan juga jatuh cinta pada Anda. Setelah Anda dan
si kecil saling jatuh cinta, maka apa yang Anda rasakan di lubuk
sanubari Anda itulah makna ikatan batin atau bonding yang sesungguhnya.
Pandangan
Kemampuan penglihatan bayi masih sangat terbatas. Jarak pandang
terjauhnya tidak lebih dari 25 cm. Maklumlah dunianya masih sebatas
payudara ibu saat ia disusui.
Ikatan batin antara Anda dan si kecil melalui indera penglihatan
terbentuk melalui tatapan mata. Yaitu tataplah mata si kecil sesering
mungkin, terutama pada saat menyusuinya. Biarkan jari-jari mungil
tangannya meraih serta menyentuh wajah Anda sebagai upaya untuk lebih
mengenal Anda, orang yang paling dekat dengan dirinya.
Sentuhan
Menurut A. Christine Harris, PhD, psikolog anak di Consumnes River
College, California, Amerika Serikat, sentuhan sangat besar maknanya
bagi bayi. Sentuhan berperan sebagai pelengkap ‘pelajaran pertama’
mengenal dunia barunya, yang dilakukan bayi pada hari-hari pertamanya.
Untuk membantu fungsi indera si kecil, sentuhlah kulitnya yang halus
dan lembut sesering mungkin. Sensasi pada ujung-ujung saraf peraba Anda
pada kulit si kecil memungkinkan Anda berdua untuk saling mengenal
lebih dalam satu sama lain, sebagai proses terciptanya ikatan batin
yang kuat.
Pendengaran
Telinga merupakan salah satu dari ‘pintu masuk’ informasi atau data ke
dalam otak si kecil. Suara dan kata-kata lembut bernada positif, akan
menjadi sebuah masukan data yang baik dalam benak si kecil.
Semakin banyak data baik yang Anda masukan ke dalam otak si kecil lewat
pendengarannya, akan semakin kaya pula perbendaharaan si kecil tentang
kebaikan. Ucapkanlah kata-kata positif dengan nada lembut di
telinganya, baik dengan menyebut namanya, maupun doa serta harapan Anda
terhadap si kecil.
Penciuman
Indera penciuman pada bayi sangat membantu dalam mengenali kedua orang
tuanya, terutama ibunya melalui kegiatan menyusui. Christine Harris
menyatakan bahwa sudah terbukti ibu dan bayinya dapat saling mengenali
melalui bau tubuh masing-masing. Bau yang dikenali oleh bayi, akan
membuatnya tenang dan tidak rewel, serta merangsang bayi untuk minum
ASI dengan lancar.
Sekalipun indera merupakan alat bantu dalam menjalin ikatan batin
antara Anda dan si kecil, tapi jangan terlalu memaksakan diri serta
terlalu lama merangsang indera-inderanya. Sebab, bayi yang masih sangat
kecil, biasanya hanya mampu bertahan menerima rangsang pada
indera-inderanya selama beberapa menit saja. Jadi, biarkanlah ikatan
batin antara Anda dan si kecil terbentuk mengalir apa adanya, sesuai
naluri Anda masing-masing.
Menjelang Hari H
Menyambut Hari-H
Persiapan yang maksimal membuat proses persalinan berjalan lancar, dan berakhir… menyenangkan!
Tak terasa, saat persalinan sudah semakin dekat. Ini momen yang Anda
tunggu-tunggu, bukan? Berikut hal-hal penting yang bisa disiapkan
menjelang saat bersejarah bagi Anda dan pasangan.
Kenali tempat bersalin
Sekitar 2 bulan menjelang hari-H, selayaknya segala sesuatu sehubungan dengan tempat di mana Anda bersalin sudah harus jelas.
* ‘Tentukan tempat bersalin. Biasanya hal ini disesuaikan dengan tempat praktik dokter yang merawat Anda selama hamil.
* Info biaya, sesuai tempat praktik dokter Anda. Tanyakan secara detail
semua biaya yang bakal dikeluarkan. Tentunya semua harus sesuai budget
Anda, bukan?
* Sesuai kondisi. Misalnya, berapa jarak antara kediaman Anda dengan
tempat bersalin, dan berapa lama perjalanannya. Hal ini untuk
menghindari jangan sampai Anda dan suami merasa stres karena jalanan
macet sebelum “perjuangan” sebenarnya dimulai.
* Booking jauh-jauh hari. Kapan waktunya, bergantung dari kebijaksanaan
rumah sakit bersalin yang bersangkutan. Karena itu, pastikanlah, dan
segera booking tempat bersalin Anda.
* ‘Berkenalan’ dulu. Misalnya, pintu masuk ke kamar bersalinnya di
sebelah mana, ruang bidan, ruang dokter, serta operasi di sebelah mana,
dan sebagainya.
* Siapkan nama si kecil. Kalau Anda belum tahu jenis kelamin janin
Anda, tak ada salahnya disiapkan dua nama, untuk memudahkan pembuatan
akte kelahiran yang biasanya bisa diurus pihak rumah sakit.
Menjelang hari-H
Menurut perkiraan dokter, Anda akan bersalin sekitar 2 hari lagi.
Periksa kembali isi tas yang akan Anda bawa ke rumah bersalin. Kalau
masih ada yang kurang, masih ada waktu untuk melengkapinya.
Berikut beberapa barang yang bisa disiapkan agar Anda merasa nyaman selama berada di rumah bersalin.
* Siapkan makanan dan minuman kesukaan dalam jumlah cukup, untuk
menjaga stamina. Penting Anda tahu, persalinan normal membutuhkan
stamina yang prima, apalagi bila berlangsung agak lama.
* Siapkan buku atau bacaan favorit Anda. Seandainya waktu persalinan
berjalan agak lambat, buku bisa jadi sarana mengalihkan perhatian Anda
dari kebosanan dan kelelahan.
* Siapkanlah compak disk player beserta lagu yang Anda suka. Musik juga bisa memberi rasa tenang bagi diri Anda.
* Bila Anda inginkan, bawa wangi-wangian untuk aromaterapi yang
menyegarkan dan memberi semangat. Namun sebelumnya konsultasikan ke
ahlinya, bahwa wangi-wangian tersebut tidak mengganggu jalannya proses
persalinan.
* Jangan abaikan istirahat, agar stamina Anda tetap terjaga.
* Sebelum berangkat ke rumah bersalin, mandilah dulu agar tubuh terasa
lebih segar. Bila ada waktu, lakukan perawatan kebersihan rambut, kuku
kaki dan tangan. Kalau Anda mau ke salon langganan untuk manicure,
pedicure, atau creambath, lakukanlah. Tubuh akan terasa lebih nyaman,
dan Anda pun jadi lebih percaya diri, bila menjelang persalinan Anda
dalam keadaan bersih dari rambut hingga ujung kaki.
Penting Dibawa
Untuk Ibu:
* Baju bukaan depan agar mudah menyusui.
* Pakaian dalam, yaitu celana dan BH menyusui.
* Alat mandi dan kebersihan.
* Peralatan kosmetik seperti sisir, bedak, lipstik dan sebagainya.
* Kartu kesehatan/ rumah sakit.
Untuk Ayah:
* Pakaian ganti.
* Alat mandi.
* Telepon selular.
* KTP untuk pengurusan akte kelahiran.
* Kartu kredit atau uang tunai untuk pembayaran rumah sakit.
* Buku bacaan.
Untuk bayi:
* Kain untuk membedong.
* Baju bayi beserta kelengkapannya, seperti kaus tangan, kaus kaki, topi.
* Popok bayi (beberapa buah).
* Bedak dan minyak telon.
* Jika mau, bawa keranjang bayi untuk membawa pulang si kecil.
Nafas Grok …grok…..
Wah, Napasnya Grok… Grok….
Grok… grok… seperti orang mendengkur. Tak perlu panik, tapi tetap cari tahu penyebabnya.
Setelah beberapa hari di rumah, barulah Nina menyadari kalau saat
tidur, bayinya selalu mengeluarkan suara mirip orang mendengkur,
grok… grok…. Apakah bayi Anda juga begitu?
Ulah si lendir
Ternyata, napas grok… grok… yang muncul saat bayi tidur, berasal
dari tak lancarnya aliran udara yang keluar masuk lewat saluran napas.
Mengapa bisa terjadi? Rupanya, akibat terhalang cairan atau lendir yang
berada di paru-paru bayi. Apalagi, mengingat organ ini juga memproduksi
lendir. Nah, bunyi yang dikeluarkan itu menandakan kalau ada produksi
lendir yang berlebihan.
Produksi lendir yang berlebihan ini paling mudah dialami oleh bayi yang
membawa bakat alergi. Begitu terpicu oleh alergen (pemicu timbulnya
alergi), produksi lendirnya pun meningkat. Selain alergi, peningkatan
lendir juga bisa terjadi akibat si kecil terpapar virus, misalnya virus
influenza. Makanya agar pasti penyebab napas grok grok bayi Anda,
sangat bijaksana bila Anda konsultasikan dulu ke dokter.
Berbahayakah? Sebenarnya, sejauh tak mengganggu proses menyusu, tidak
disertai demam atau infeksi, dan tak mengganggu aktivitas bayi
sehari-hari, hal ini tak perlu dikhawatirkan.
Perlu Anda tahu, pada dasarnya tubuh bayi memang memproduksi banyak
lendir. Jadi, masalahnya hanya karena ia belum bisa mengeluarkannya
sendiri, seperti melalui batuk, karena refleksnya dalam hal ini belum
bekerja dengan baik.
Hindari pemicunya
Meski tak perlu dikhawatirkan, bukan berarti tidak ada usaha yang bisa
dilakukan untuk mengeluarkan lendir bayi. Yang pasti, kalau penyebabnya
memang akibat bayi terinfeksi virus, segeralah minta bantuan dokter
untuk mengatasinya.
Bila penyebabnya adalah akibat si kecil terpapar alergen, maka
menghindarkan bayi dari pemicu alerginya tersebut merupakan tindakan
paling bijaksana. Jadi, sebaiknya perhatikan benar, apa saja yang bisa
jadi pencetus alergi pada bayi Anda dan membuat napasnya berbunyi. Bila
perlu, berkonsultasilah dengan dokter ahli alergi anak.
Bila napas bayi berbunyi saat ia menderita flu, dan bunyinya semakin
keras (Anda rasa lendirnya begitu banyak), cobalah tegakkan tubuh bayi
(sangga bagian belakang tubuhnya dengan lengan dan tangan Anda) sambil
diusap pelan-pelan dadanya. Cara lain, letakkan bayi dalam posisi
tengkurap di pangkuan Anda, lalu tepuk-tepuk punggungnya.
Dengan kedua cara tersebut, biasanya kelebihan lendir akan keluar
melalui mulut (dimuntahkan). Namun, seandainya lendir tertelan
(mengingat ia memang belum pandai mengeluarkan lendirnya), tak apa,
karena nantinya akan keluar melalui saluran pembuangan.. Yang penting
diingat, kalau Anda mau melakukan hal ini, sebaiknya bukan pada saat
bayi baru saja minum ASI.